Bandung, Jawa Barat, Indonesia

iritasi

Discover 3 articles tagged with iritasi

Benarkah Bahan Alami Pasti Aman?
MythBuster

14 Oct 2025

Benarkah Bahan Alami Pasti Aman?

Pernahkah Anda tergoda membeli sabun atau serum berlabel ‘100% alami’ karena dianggap pasti aman? Di musim hujan 2025, produk berbahan alami seperti kunyit atau lidah buaya sedang digandrungi di Indonesia. Benarkah pasti aman? Bayangkan menggunakan masker kunyit buatan sendiri, hanya untuk menemukan kulit kemerahan karena penyimpanan yang salah. Kelembapan musim hujan bisa mengubah bahan alami menjadi sarang bakteri jika tidak hati-hati. Saya ajak Anda membongkar mitos seputar bahan alami, dengan fakta sains dan inspirasi dari produk lokal Indonesia. Mari kita jelajahi kebenaran di balik tren kecantikan ini untuk memastikan kulit Anda tetap sehat. Baca Juga: Benarkah Produk Solid Cosmetic Lebih Aman? Fakta vs Mitos Bahan Alami Banyak yang percaya bahan alami bebas risiko karena minim bahan kimia. Namun, kelembapan tinggi di musim hujan, seperti di Surabaya atau Medan, bisa membuat produk alami seperti sabun kelapa rentan terhadap jamur. BPOM [2025] melaporkan bahwa produk alami yang tidak disimpan kering meningkatkan risiko kontaminasi hingga 15%. Oleh karena itu, keamanan tergantung kepada kualitas dan penyimpanan. Misalnya, kunyit memang kaya kurkumin yang mencerahkan kulit, menurut Journal of Cosmetic Science [2023], tetapi jika tidak diproses dengan benar, bisa menyebabkan iritasi. Produk lokal terdaftar BPOM, seperti serum temulawak, menawarkan manfaat alami tanpa risiko ini. Pilih produk dengan kemasan higienis dan simpan di tempat kering. Selain itu, bahan alami tertentu, seperti minyak kelapa, bisa menyumbat pori jika digunakan berlebihan pada kulit berminyak. Bayangkan ini seperti memasak: takaran yang tepat membuat hidangan lezat, tetapi berlebihan justru merusak. Baca Juga: Sabun Kojic Acid Bisa Memutihkan Kulit dalam Seminggu? Pilih dengan Bijak untuk Kulit Sehat Untuk menikmati manfaat bahan alami, perhatikan label BPOM dan petunjuk penyimpanan. Sabun daun sirih lokal, misalnya, memiliki sifat antiseptik alami yang cocok untuk musim hujan, asal disimpan di wadah berlubang. Gunakan produk secukupnya dan bilas hingga bersih untuk menghindari residu. Dengan pendekatan ini, Anda bisa merangkul tren kecantikan alami tanpa khawatir. Produk lokal Indonesia, dari sampo kemiri hingga pelembap lidah buaya, menawarkan solusi aman jika dipilih dengan cerdas. Jadi, bahan alami bukan jaminan keamanan, tetapi dengan perhatian pada kualitas, Anda bisa menjaga kulit tetap sehat dan glowing di tengah hujan. [][Rommy Rimbarawa/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Keamanan Produk Kosmetik Journal of Cosmetic Science [2023], “Natural Ingredients in Skincare”

Perawatan Tubuh Berkelanjutan di Musim Hujan
PersonalCare

14 Oct 2025

Perawatan Tubuh Berkelanjutan di Musim Hujan

Hujan deras menyapa jendela, dan Anda mungkin merasa kulit tangan atau kaki sedikit kering meski udara terasa lembap.  Musim hujan di Oktober 2025 membawa tantangan tersendiri untuk menjaga tubuh tetap sehat dan nyaman. Namun, dengan perawatan tubuh berkelanjutan, Anda bisa merangkul kecantikan alami sekaligus mendukung lingkungan. Bayangkan merawat tubuh dengan bahan lokal Indonesia, seperti minyak kelapa, yang terasa seperti pelukan hangat dari alam. Artikel ini akan memandu Anda melalui rutinitas sederhana untuk tubuh sehat di musim hujan. Mengapa Perawatan Berkelanjutan? Perawatan berkelanjutan berfokus pada produk ramah lingkungan dan kesehatan jangka panjang. Di musim hujan, kulit tubuh rentan iritasi akibat kelembapan atau pakaian basah. Menurut Journal of Cleaner Production [2023], produk dengan bahan alami mengurangi risiko iritasi hingga 25% dibandingkan formula kimia berat. Oleh karena itu, memilih bahan lokal seperti minyak kelapa atau kopi adalah langkah cerdas untuk tubuh dan bumi. Mulai dengan Pembersihan Lembut Pembersihan adalah fondasi perawatan tubuh. Gunakan sabun batang berbasis bahan alami, seperti ekstrak daun sirih, yang dikenal sebagai antiseptik tradisional Indonesia. Sabun ini membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit. Mandi dengan air suam-suam kuku, dan fokus kepada area seperti siku atau lutut yang mudah kering. Langkah ini seperti menyegarkan tubuh Anda setelah seharian berhadapan dengan cuaca tak menentu. Baca Juga: Rawat Kebersihan Tangan dan Kaki di Musim Hujan Eksfoliasi untuk Kulit Halus Kelembapan musim hujan sering menyebabkan sel kulit mati menumpuk, membuat kulit terasa kasar. Lakukan eksfoliasi seminggu sekali dengan scrub kopi bubuk dari Sumatera. Kopi mengelupas kulit mati dan merangsang sirkulasi darah, memberikan sensasi hangat dan segar. Pijat perlahan selama 2-3 menit, lalu bilas. Bayangkan ini seperti menyapu debu dari tubuh Anda, mengembalikan kehalusan alami. Lembapkan dengan Bahan Lokal Setelah eksfoliasi, jangan lupa melembapkan. Minyak kelapa murni, yang banyak diproduksi UMKM Indonesia, adalah pelembap alami yang luar biasa. Oleskan tipis-tipis pada tangan, kaki, atau area kering lainnya. Minyak kelapa menjaga kulit tetap lembut meski sering terpapar air hujan. BPOM [2025] menegaskan bahwa produk alami terdaftar aman untuk penggunaan harian, asal disimpan di tempat kering. Baca Juga: Sabun Belerang: Si Kuning yang Menyimpan Khasiat Cegah Iritasi di Musim Hujan Pakaian atau sepatu basah bisa memicu iritasi, terutama di kaki. Pastikan Anda mengganti kaus kaki basah dan menjaga kulit tetap kering. Jika gatal muncul, gunakan krim berbasis lidah buaya untuk menenangkan. Dengan begitu, Anda bisa tetap nyaman meski hujan mengguyur sepanjang hari. Perawatan tubuh berkelanjutan di musim hujan adalah cara mencintai diri dan lingkungan. Dengan sabun daun sirih, scrub kopi, dan minyak kelapa, Anda menjaga kulit tetap sehat sambil mendukung UMKM lokal. Mulailah rutinitas ini hari ini, dan rasakan perubahan. Untuk tips lain, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang skinimalisme. Biarkan tubuh Anda bersinar di tengah hujan! [][Eva Evilia/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Keamanan Produk Alami Journal of Cleaner Production [2023], “Sustainable Cosmetics and Skin Health”

Perbedaan Antara Kulit Pria dan Wanita
MenZone

14 Oct 2025

Perbedaan Antara Kulit Pria dan Wanita

Kulit pria dan wanita memiliki perbedaan mendasar yang mempengaruhi cara perawatan yang diperlukan. Kulit pria umumnya lebih tebal dan berminyak, serta cenderung memiliki lebih banyak kolagen, yang membuatnya tampak lebih kencang dan lambat mengalami penuaan. Sebaliknya, kulit wanita lebih tipis dan lebih rentan terhadap keriput, terutama setelah menopause ketika produksi kolagen menurun. Karena perbedaan ini, perawatan kulit pria fokus kepada mengontrol produksi minyak dan mengatasi iritasi akibat mencukur, sementara perawatan kulit wanita lebih menekankan kepada hidrasi, perlindungan dari sinar UV, dan pencegahan penuaan dini. Oleh karena itu, memahami karakteristik unik masing-masing jenis kulit sangat penting untuk memilih produk dan metode perawatan yang tepat. ilustrasi kulit pria - Beautyversity | canva.com 1. Ketebalan Kulit: Kulit pria cenderung lebih tebal sekitar 20-25% dibandingkan kulit wanita. Hal ini disebabkan oleh faktor hormon testosteron yang mempengaruhi struktur kulit. 2. Produksi Minyak [Sebum]: Pria memiliki produksi minyak yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Ini menjadikan kulit pria lebih rentan terhadap jerawat dan tampak lebih berminyak. 3. Distribusi Kolagen dan Elastin: Kulit pria mengandung kolagen yang lebih banyak, yang memberikan kekuatan dan kelenturan pada kulit. Ini juga membuat kulit pria tampak lebih kencang dan lebih lambat mengalami penuaan dibandingkan kulit wanita. 4. Kerusakan Akibat Cukur: Kebiasaan mencukur pada pria dapat menyebabkan iritasi dan luka di kulit, yang memerlukan perawatan khusus untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Perawatan Kulit Pria Meskipun kulit pria lebih tebal dan lebih berminyak, perawatan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan dan penampilan kulit. Berikut adalah beberapa tips perawatan kulit untuk pria: 1. Membersihkan Wajah: Gunakan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit untuk menghilangkan kotoran dan minyak berlebih tanpa mengeringkan kulit. 2. Mencukur dengan Hati-hati: Gunakan krim atau gel cukur untuk melindungi kulit dari iritasi dan luka. Cukur searah dengan pertumbuhan rambut untuk mengurangi risiko iritasi. Baca Juga: Skincare Dasar untuk Pria Langkah Mudah untuk Kulit Bersih 3. Melembapkan Kulit: Pilih pelembap ringan yang tidak menyumbat pori-pori untuk menjaga kelembapan kulit, terutama setelah mencukur. ilustrasi kulit pria - Beautyversity | canva.com 4. Menggunakan Tabir Surya: Aplikasikan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. 5. Hindari Produk yang Mengandung Alkohol: Produk perawatan yang mengandung alkohol dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi. Pilihlah produk yang bebas alkohol dan lembut untuk kulit. 6. Menerapkan Pola Hidup Sehat: Konsumsi makanan sehat, cukup tidur, dan hindari stres untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam. Dengan memahami perbedaan antara kulit pria dan wanita, serta menerapkan langkah-langkah perawatan yang tepat, pria dapat menjaga kesehatan kulit mereka dan mencegah berbagai masalah kulit. [][Rommy Rimbarawa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset Copilot

Showing 1-3 of 3