Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MythBuster

Tak Perlu Khawatir Penggunaan Bahan Berbahaya di Kosmetik?

Ditulis oleh Hagi Hagoromo Dipublikasikan pada 14 October 2025 24

Tak Perlu Khawatir Penggunaan Bahan Berbahaya di Kosmetik?

MITOS: Penggunaan bahan berbahaya dalam kosmetik tidak akan berpengaruh buruk dan efek sampingnya bisa mudah diatasi. 

FAKTA: Bahan berbahaya dalam kosmetik, seperti paraben, ftalat, dan formaldehida, telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Paraben, misalnya, telah diteliti dan ditemukan memiliki kaitan dengan gangguan endokrin dan bahkan kanker. Ftalat, yang sering digunakan untuk membuat wangi dalam produk tahan lama, diketahui mempengaruhi sistem reproduksi. Formaldehida, yang digunakan sebagai pengawet, adalah zat karsinogenik yang dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan kanker.

Mengatasi efek samping dari bahan-bahan ini tak semudah yang dibayangkan. Reaksi alergi, misalnya, bisa berkisar dari gatal-gatal ringan hingga reaksi alergi yang parah seperti anafilaksis, yang memerlukan penanganan medis segera. Dampak jangka panjang seperti gangguan endokrin atau masalah reproduksi tidak dapat 'dihilangkan' hanya dengan menghentikan penggunaan produk tersebut dan mungkin memerlukan intervensi medis serius.

ilustrasi bahan berbahaya - Beautyversity | canva.com

Selain itu, banyak efek samping dari bahan berbahaya ini tidak langsung terlihat. Masalah seperti kanker dan gangguan endokrin bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, membuat kaitannya dengan penggunaan kosmetik tertentu sulit untuk ditelusuri secara langsung dan mempersulit proses penyembuhan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih produk kosmetik dengan bijak. Membaca label dan memilih produk yang bebas dari bahan kimia berbahaya bukan hanya langkah pencegahan tetapi juga investasi dalam kesehatan jangka panjang. Pilihlah produk dari produsen yang transparan tentang bahan-bahan yang mereka gunakan dan lebih memilih bahan alami atau yang telah terbukti aman melalui penelitian ilmiah.

Dengan meningkatnya kesadaran tentang bahaya bahan berbahaya dalam kosmetik, banyak perusahaan sekarang menghadirkan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Sebagai konsumen, memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk memilih produk yang aman adalah langkah terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang yang kita cintai dari risiko kesehatan yang tidak perlu.

Baca Juga: Benarkah Minyak Kelapa Dapat Menggantikan Sunscreen?

Tips Mengatasi Efek Samping Bahan Berbahaya

ilustrasi bahan berbahaya - Beautyversity | canva.com

Mengatasi persoalan terpapar bahan berbahaya dari kosmetik memerlukan kehati-hatian dan kesadaran yang tinggi tentang produk yang kita gunakan. Berikut beberapa tips singkat untuk membantu Anda mengurangi risiko tersebut:

1. Baca Label dengan Teliti: Selalu periksa daftar bahan pada produk kosmetik sebelum membelinya. Hindari produk yang mengandung paraben, ftalat, formaldehida, atau bahan berbahaya lainnya yang sudah dikenal.

2. Pilih Produk Bersertifikat: Gunakan produk yang memiliki sertifikasi dari lembaga kredibel yang menjamin produk bebas dari bahan kimia berbahaya, seperti sertifikasi USDA Organic, EcoCert, atau Leaping Bunny.

3. Kurangi Jumlah Produk: Mengurangi jumlah produk kecantikan yang digunakan setiap hari dapat mengurangi risiko terpapar bahan berbahaya.

4. Gunakan Produk Berbasis Alami: Lebih memilih produk yang dibuat dari bahan-bahan alami dan memiliki reputasi baik dalam penggunaan bahan yang aman.

5. Lakukan Tes Patch: Sebelum menggunakan produk baru, lakukan tes patch dengan mengaplikasikan sedikit produk di bagian kulit yang sensitif, seperti di belakang telinga, untuk memeriksa adanya reaksi alergi.

6. Monitor Reaksi Kulit: Perhatikan setiap perubahan pada kulit Anda yang mungkin disebabkan oleh produk kosmetik, seperti iritasi, kemerahan, atau gatal. Jika terjadi reaksi, hentikan penggunaan produk tersebut dan konsultasikan dengan dermatolog.

7. Update Pengetahuan Anda: Teruslah informasi tentang bahan-bahan dalam produk kecantikan dan pengaruhnya terhadap kesehatan melalui sumber-sumber terpercaya untuk memastikan Anda selalu menggunakan produk yang aman.

Menerapkan tips ini dapat membantu Anda menghindari risiko terpapar bahan berbahaya dalam kosmetik dan menjaga kesehatan kulit Anda secara keseluruhan. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

*penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4

Artikel Terkait

Saat AI Menjadi Konsultan Kecantikan Pribadi
SkinCare

14 Oct 2025

Saat AI Menjadi Konsultan Kecantikan Pribadi

Mencari produk perawatan kulit yang tepat sering kali terasa seperti proses coba-coba tanpa ujung. Lalu, bagaimana caranya? Sudah menggunakan toner yang populer, tetapi kulit tetap tampak kusam. Atau mencoba serum dengan klaim tinggi, namun hasilnya tidak sepadan. Fenomena ini umum terjadi karena setiap kulit memiliki karakteristik unik yang tidak selalu cocok dengan tren pasar. Kini, hadir sebuah solusi dari dunia teknologi yang mungkin dapat mengubah cara kita merawat kulit: Artificial Intelligence [AI]. Teknologi ini kini berkembang tidak hanya untuk kendaraan pintar atau perangkat rumah tangga, melainkan juga dalam industri kecantikan—menawarkan analisis kulit yang mendalam serta rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap individu. AI Memindai Kulit, Lalu Menganalisis Dengan memanfaatkan kamera ponsel atau perangkat khusus, AI mampu menganalisis berbagai parameter kulit seperti tingkat kelembapan, kadar minyak, kedalaman kerutan, pigmentasi, jerawat, hingga tekstur dan ukuran pori-pori. Proses ini dilakukan secara cepat dan akurat melalui perbandingan dengan jutaan data kulit dari individu lain yang tersimpan dalam sistem. Hasilnya adalah analisis yang sangat personal, yang mampu menunjukkan kondisi kulit secara objektif. Tidak berhenti sampai di situ, AI juga memberikan rekomendasi produk yang paling sesuai—bukan berdasarkan promosi, melainkan berdasarkan kebutuhan kulit Anda secara ilmiah. Baca Juga: Cara Instan untuk Memutihkan Kulit: Risiko dan Solusi Personalisasi Produk, Bukan Sekadar Tren Beberapa perusahaan bahkan melangkah lebih jauh dari sekadar rekomendasi. Mereka menawarkan produk yang diformulasikan khusus berdasarkan data kulit pengguna. Sebagai contoh, Proven Skincare dan Function of Beauty telah mengembangkan sistem yang memadukan kuesioner rinci dengan hasil analisis kulit untuk menciptakan produk eksklusif bagi tiap pengguna. Dengan kata lain, serum atau pelembap Anda bukanlah produk massal, melainkan hasil formulasi yang dibuat hanya untuk Anda. Teknologi ini juga semakin adaptif. Misalnya, jika kulit Anda cenderung kering saat musim dingin, sistem dapat merekomendasikan pelembap dengan bahan yang lebih oklusif. Sebaliknya, ketika kulit sedang berminyak, formulasi yang lebih ringan dapat disarankan. Personalisasi semacam ini membantu mengurangi risiko iritasi dan meningkatkan efektivitas pemakaian. Baca Juga: Panduan Memilih Parfum Sesuai Kepribadian Akurasi Tinggi, Didukung Data dan Ahli Menurut hasil riset internal dari L’Oréal, sistem AI yang mereka kembangkan—Skin Genius—mampu menganalisis kondisi kulit dengan tingkat akurasi hingga 95%, jika dibandingkan dengan analisis langsung oleh dermatolog profesional. Artinya, AI bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra andal dalam memahami kebutuhan kulit. Salah satu tokoh penting di balik kemajuan ini adalah Dr. Guive Balooch, Wakil Presiden L’Oréal Technology Incubator. Ia memimpin berbagai inovasi terobosan seperti Lancôme Le Teint Particulier [foundation yang diformulasikan khusus berdasarkan warna dan jenis kulit], serta perangkat cerdas bernama Perso yang dapat ‘mencetak’ produk skincare, lipstik, dan foundation sesuai kondisi kulit dan lingkungan secara real time. Dikutip dari Vogue Business, Dr. Balooch menyatakan, “Di masa depan, kecantikan akan sepenuhnya dikurasi berdasarkan data biologis dan gaya hidup tiap individu. AI akan menjadi beauty advisor personal kita, bukan hanya mesin rekomendasi.” Menuju Masa Depan Kecantikan yang Lebih Cerdas Meski begitu, teknologi ini masih memiliki ruang untuk berkembang. Salah satu tantangannya adalah memperluas basis data agar mencakup lebih banyak variasi warna kulit dan kondisi yang khas di berbagai wilayah dunia. Namun arah pengembangannya sudah jelas: kecantikan akan semakin personal, ilmiah, dan efisien. Bagi konsumen, kehadiran AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan kesempatan untuk mengenal kulit sendiri secara lebih mendalam. Tidak lagi sekadar mengikuti arus, tetapi mengambil keputusan perawatan berdasarkan informasi yang tepat. Maka pertanyaannya adalah: sudahkah Anda mengenal kulit Anda sendiri dengan benar? [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Benarkah Produk Solid Cosmetic Lebih Aman?
MythBuster

14 Oct 2025

Benarkah Produk Solid Cosmetic Lebih Aman?

Pernahkah Anda tergoda membeli sampo atau sabun batangan karena label ‘ramah lingkungan’? Di musim hujan 2025, produk solid cosmetic—seperti bar shampoo atau sabun wajah tanpa air—sedang naik daun di Indonesia.  Banyak yang percaya produk ini lebih aman karena minim bahan kimia dan kemasan plastik. Namun, apakah benar solid cosmetic selalu lebih baik untuk kulit Anda, terutama di cuaca lembap? Mari kita bongkar mitos dan fakta di balik tren kecantikan berkelanjutan ini, dengan inspirasi dari produk lokal Indonesia. Apa Itu Solid Cosmetic? Solid cosmetic adalah produk tanpa kandungan air, seperti sabun batang, sampo padat, atau moisturizer bar. Produk ini digemari karena hemat tempat dan ramah lingkungan. Misalnya, UMKM Indonesia banyak memproduksi sampo batang berbahan kelapa atau bambu. Menurut Journal of Cleaner Production [2023], produk ini mengurangi limbah plastik hingga 60%. Namun, ‘alami’ tidak selalu berarti lebih aman, terutama jika penyimpanan salah di musim hujan. Mitos: Solid Cosmetic Selalu Aman Banyak yang mengira solid cosmetic bebas dari risiko karena minim pengawet. Sayangnya, ini tidak sepenuhnya benar. Kelembapan tinggi di musim hujan bisa membuat produk ini menyerap air, menciptakan lingkungan ideal untuk bakteri atau jamur. BPOM [2025] melaporkan bahwa produk solid yang tidak disimpan kering meningkatkan risiko kontaminasi hingga 15%. Oleh karena itu, anggapan bahwa semua solid cosmetic lebih aman adalah mitos yang perlu diluruskan. Fakta: Keamanan Bergantung Penyimpanan Agar aman, simpan solid cosmetic di tempat kering, seperti wadah berlubang. Selain itu, pilih produk dengan label BPOM untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya seperti merkuri. Banyak sabun batang lokal menggunakan ekstrak daun sirih, yang memiliki sifat antiseptik alami. Bayangkan sabun ini seperti pelindung setia yang menjaga kulit Anda tetap bersih, asal disimpan dengan benar. Jika lembap, produk bisa jadi sarang bakteri, bukan solusi kecantikan. Cara Memakai Solid Cosmetic dengan Aman Gunakan sampo atau sabun batang dengan cara menggosoknya di tangan basah hingga berbusa, lalu aplikasikan ke kulit atau rambut. Bilas hingga bersih, dan keringkan produk setelah digunakan. Untuk hasil maksimal, kombinasikan dengan pelembap ringan di musim hujan. Langkah ini seperti merawat sahabat setia agar tetap berfungsi dengan baik. Dengan begitu, Anda menikmati manfaat berkelanjutan tanpa khawatir risiko kesehatan. Solid cosmetic menawarkan kecantikan ramah lingkungan, tetapi bukan berarti selalu lebih aman. Kelembapan musim hujan menuntut penyimpanan ekstra hati-hati dan pemilihan produk terdaftar BPOM. Dengan bahan lokal seperti daun sirih atau kelapa, Anda bisa merangkul tren ini sambil menjaga kulit tetap sehat. Jelajahi artikel kami di rubrik SkinCare untuk tips serum alami pelengkap rutinitas Anda. Pilih dengan bijak, dan biarkan kecantikan Anda bersinar alami! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Keamanan Produk Kosmetik Journal of Cleaner Production [2023], “Sustainable Cosmetics and Waste Reduction”

Benarkah Minyak Kelapa Dapat Menggantikan Sunscreen?
MythBuster

14 Oct 2025

Benarkah Minyak Kelapa Dapat Menggantikan Sunscreen?

MITOS: Minyak kelapa dapat digunakan sebagai pengganti sunscreen. FAKTA: Minyak kelapa sering disebut-sebut sebagai alternatif alami untuk sunscreen, namun anggapan ini merupakan mitos yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang memadai. Faktanya, minyak kelapa hanya memiliki nilai SPF [Sun Protection Factor] sekitar 4 hingga 7. Angka ini sangat rendah dibandingkan dengan SPF minimal 30 yang direkomendasikan dermatolog untuk perlindungan yang efektif terhadap sinar UV. Minyak kelapa memang memiliki sifat melembapkan yang baik dan bisa membantu dalam menutrisi kulit. Namun, kemampuannya dalam melindungi kulit dari efek berbahaya sinar matahari sangat terbatas. Sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti luka bakar, penuaan dini, dan pada kasus yang lebih serius, kanker kulit. Mengandalkan minyak kelapa sebagai sunscreen berarti membiarkan kulit terpapar risiko-risiko ini. ilustrasi minyak kelapa - Beautyversity | canva.com Dermatolog dan ahli kulit secara konsisten menyarankan penggunaan produk sunscreen yang telah teruji secara klinis dan memiliki SPF tinggi. Produk ini dirancang khusus untuk memblokir atau menyerap sinar UVA dan UVB yang berbahaya. Untuk perlindungan optimal, sunscreen harus diaplikasikan ulang setiap dua jam atau segera setelah berenang atau berkeringat. Penting untuk memahami bahwa tidak ada alternatif alami yang efektif untuk menggantikan sunscreen yang telah teruji secara klinis. Penggunaan minyak kelapa boleh-boleh saja sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit karena manfaat pelembapnya, namun jangan mengandalkannya sebagai pengganti sunscreen. Selalu pilihlah produk perlindungan matahari yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda dan ikuti rekomendasi para ahli untuk menjaga kesehatan kulit Anda dari paparan sinar matahari. Dapatkah Minyak Kelapa Digunakan untuk Kosmetik? Ya, minyak kelapa dapat digunakan dalam kosmetik atau makeup, dan telah populer karena manfaatnya yang beragam untuk perawatan kulit dan rambut. Berikut adalah beberapa cara penggunaan minyak kelapa dalam produk kecantikan: 1. Pelembap Kulit: Minyak kelapa adalah pelembap alami yang efektif dan bisa digunakan langsung pada kulit sebagai losion tubuh untuk meningkatkan hidrasi dan kelembutan kulit. 2. Pembersih Makeup: Minyak kelapa bisa efektif untuk menghapus makeup, termasuk maskara waterproof. Ia bekerja dengan melarutkan minyak dan lilin dalam produk makeup, membuatnya mudah dibersihkan. 3. Pengganti Lip Balm: Karena sifat pelembapnya, minyak kelapa bisa digunakan sebagai lip balm untuk melembutkan dan merawat bibir kering atau pecah-pecah. Baca Juga: Benarkah Pori-Pori Bisa Mengecil? Ini Fakta Sebenarnya.. 4. Bahan dalam Produk Kosmetik: Minyak kelapa sering ditambahkan ke dalam formula produk kosmetik seperti krim, losion, dan balm. Ia membantu untuk meningkatkan tekstur produk dan memberikan manfaat pelembap. ilustrasi minyak kelapa - Beautyversity | canva.com 5. Primer Makeup: Bagi beberapa orang, minyak kelapa dapat berfungsi sebagai primer untuk membantu makeup tahan lebih lama, meskipun ini mungkin tidak cocok untuk setiap jenis kulit, terutama yang berminyak atau berjerawat. 6. Perawatan Rambut: Minyak kelapa juga populer sebagai masker rambut atau serum ujung rambut untuk menambah kilau, kelembutan, dan mengurangi frizz. Meskipun minyak kelapa memiliki banyak manfaat, penting untuk diingat bahwa tidak semua jenis kulit cocok dengan penggunaan minyak kelapa, terutama kulit yang cenderung berjerawat atau sangat berminyak. Minyak kelapa dapat menyumbat pori dan memicu timbulnya jerawat pada beberapa orang. Oleh karena itu, selalu baik untuk melakukan patch test di area kulit yang kecil terlebih dahulu sebelum menggunakan minyak kelapa secara luas pada kulit, terutama di wajah. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4

Tren Pembersihan Wajah Terkini
SkinCare

14 Oct 2025

Tren Pembersihan Wajah Terkini

Membersihkan wajah sering dianggap rutinitas sederhana, sekadar menghapus debu, minyak, dan sisa makeup. Namun, di dunia kecantikan yang terus berkembang, langkah ini berubah jadi ritual penting yang tak kalah bergengsi dari serum atau krim anti-aging.  Kini, tren pembersihan wajah tidak lagi soal busa melimpah atau wangi menyengat. Dunia skincare bergerak ke arah yang lebih cerdas, lembut, dan menyenangkan. Dari teknik double cleansing yang masih populer, hingga kemunculan cleanser multifungsi yang bisa sekaligus melembapkan, semuanya menunjukkan satu hal: membersihkan wajah bukan sekadar kewajiban, melainkan momen kecil untuk merawat diri. Berikut ini adalah tren terkini membersihkan wajah: 1. Double Cleansing Masih Mendominasi Dilansir dari Who What Wear, metode double cleansing yakni membersihkan wajah 2 langkah [pertama dengan oil-based cleanser, baru kemudian water-based cleanser] masih jadi andalan. Teknik ini efektif mengangkat makeup dan sunscreen, serta menunjang penyerapan produk skincare selanjutnya, terutama untuk kulit berminyak atau berjerawat.  Baca Juga: Cara Instan untuk Memutihkan Kulit: Risiko dan Solusi 2. Face Wash Kini Jadi Fokus Utama Cetek di mata sebagian orang, face wash kini jadi sorotan utama dalam skincare. Masih dari Who What Wear, produk dengan formula lembut namun kaya seperti pH seimbang, peptide, niacinamide, ceramide, atau hyaluronic acid kini banyak dicari karena tidak hanya membersihkan, tapi juga mendukung kesehatan skin barrier. 3. Hybrid & SPF-Specific Cleanser untuk Praktis Menurut Sensient Beauty, era skinimalism bikin orang cari produk multifungsi. Tren hybrid cleansers muncul sebagai solusi: pembersih sekaligus makeup remover, kadang juga bersifat hidrasi atau masker. Ada pula SPF-specific cleansers yang dirancang khusus menghapus sunscreen dengan lembut tanpa merusak kulit.  4. Sensorial & “Dopamine Cleansing” Juga dari Sensient Beauty, cleansing bukan sekadar rutinitas, tapi juga pengalaman emosional. Tekstur unik dan menyenangkan, seperti mochi mousse, balm-to-milk, atau formulasi yang memberikan sensasi lembut, kini jadi incaran. Ini dikenal sebagai dopamine cleansing — skincare yang bikin hati senang.  Baca Juga: Anti-Pollution Skincare? Apa Itu? 5. Fokus kepada Kulit Sensitif dan Barrier-Supportive Semakin banyak orang sadar soal pentingnya fungsi skin barrier. Cleanser kini banyak yang diformulasikan lembut, mengandung humektan, dan mendukung mikrobioma kulit. Sensient Beauty bilang, tujuannya untuk membersihkan tanpa membuat kulit jadi sensitif atau iritasi. 6. Natural Ingredients & Clean Beauty Dari cardinalcourieronline.com disebutkan bahwa pendekatan skincare yang ramah lingkungan makin diminati. Cleanser dengan bahan alami seperti aloe vera, tea tree, witch hazel, atau chamomile menjadi favorit, karena dianggap lebih lembut dan ramah bumi daripada formula keras dengan sulfat atau pewangi berlebihan.  7. Tekstur Unik untuk Konsistensi Rutin Tren sensory-forward textures juga berkembang — kata Sensient Beauty, mulai dari cleansing balms yang berubah jadi oil, hingga foam dan gels yang punya sensasi mewah di kulit. Mereka membantu membuat langkah membersihkan wajah jadi lebih enak dilakukan.  8. Cleansing dengan Prinsip Skinimalism Sejalan skinimalism, SkinLab Med Spa menyebutkan pembersihan wajah jadi dirancang praktis tanpa banyak langkah. Produk 2-in-1 atau 3-in-1 yang membersihkan, menenangkan, dan melembapkan sekaligus jadi tren utama di 2025.  Pada akhirnya, memilih cara membersihkan wajah bukan soal ikut-ikutan tren, melainkan menemukan apa yang paling cocok untuk kulit kita. Entah itu dengan langkah ganda, pembersih hibrida, atau formula lembut untuk kulit sensitif, yang terpenting adalah konsistensi. Karena wajah kita hanya punya satu, dan membersihkannya dengan benar adalah bentuk sederhana dari rasa sayang pada diri sendiri. [][Eva Evilia/TBV]