Tak semua yang membuat rambut tampak indah di luar, selalu bersahabat dengan kulit kepala di dalam. Produk apa saja yang harus dijauhkan dari rambut dan kulit kepala kita?
Rambut sering diperlakukan sebagai kanvas. Ia dicat, ditata, diberi kilau, dan diharapkan selalu patuh. Namun di balik helaian rambut, ada kulit kepala yang bekerja diam-diam menjaga keseimbangan, kelembapan, dan pertumbuhan rambut itu sendiri.
Masalah muncul ketika produk kosmetik yang sebenarnya tidak ditujukan untuk rambut atau kulit kepala digunakan tanpa pertimbangan. Dampaknya tidak selalu langsung terasa, tetapi perlahan memicu iritasi, ketombe, rambut rapuh, hingga kerontokan.
Merawat rambut berarti juga menghormati batasan kulit kepala.
Produk Wajah yang Dipindahkan ke Rambut
Sebagian orang menggunakan sabun wajah atau pembersih tubuh sebagai pengganti sampo. Alasannya sederhana, terasa praktis dan bersih. Namun, formula produk wajah dirancang untuk pH dan kebutuhan kulit yang berbeda.
Penggunaan jangka panjang dapat membuat kulit kepala menjadi terlalu kering atau justru bereaksi dengan memproduksi minyak berlebih. Rambut pun kehilangan keseimbangannya dan terasa lebih mudah lepek atau kasar.
Kulit kepala membutuhkan pembersih yang membersihkan tanpa mengikis perlindungan alaminya.
Produk Styling Beralkohol Tinggi
Hair spray, gel, atau pomade dengan kandungan alkohol tinggi sering dipilih karena hasilnya instan. Rambut terlihat rapi dan bertahan lama. Namun, alkohol dapat menguap cepat dan menarik kelembapan dari rambut serta kulit kepala.
Penggunaan berulang membuat rambut terasa kaku dan mudah patah. Kulit kepala bisa menjadi kering, gatal, bahkan bersisik.
Produk styling sebaiknya membantu membentuk rambut, bukan mengorbankan kesehatannya.
Krim Tubuh dan Minyak Berat
Krim tubuh atau minyak dengan tekstur berat terkadang digunakan untuk melembapkan rambut kering. Pada beberapa kondisi darurat, cara ini terasa membantu. Namun jika dijadikan kebiasaan, residunya mudah menumpuk di kulit kepala.
Penumpukan ini menyumbat pori-pori, mengganggu pertumbuhan rambut, dan memicu rasa tidak nyaman. Rambut tampak berminyak, tetapi kulit kepala justru kekurangan oksigen.
Rambut membutuhkan nutrisi yang tepat, bukan sekadar rasa licin sesaat.
Pewangi Non-Kosmetik
Mengaplikasikan parfum langsung ke rambut atau kulit kepala terdengar sepele. Namun, parfum umumnya mengandung alkohol dan fragrance yang tidak diformulasikan untuk area sensitif ini.
Akibatnya, kulit kepala bisa mengalami iritasi atau reaksi alergi ringan. Aroma memang menyenangkan, tetapi tidak seharusnya mengorbankan kesehatan kulit.
Jika ingin rambut harum, pilih produk yang memang diformulasikan khusus untuk rambut.
Merawat rambut bukan tentang mencoba sebanyak mungkin produk, tetapi tentang memilih dengan sadar. Rambut dan kulit kepala bekerja paling baik ketika tidak dipaksa beradaptasi dengan sesuatu yang bukan peruntukannya.
Dalam perawatan, sering kali yang perlu dilakukan bukan menambah, melainkan mengurangi. Memberi ruang bagi rambut dan kulit kepala untuk kembali ke ritmenya sendiri. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi