Bandung, Jawa Barat, Indonesia
BeautyLife

Olahraga untuk Mengencangkan Wajah

Ditulis oleh Hagi Hagoromo Dipublikasikan pada 14 October 2025 20

Olahraga untuk Mengencangkan Wajah

Banyak orang mengira bahwa olahraga hanya untuk tubuh, sementara wajah dibiarkan begitu saja mengikuti hukum alam. Padahal, otot wajah sama seperti otot tubuh lain: dapat dilatih, diperkuat, dan dijaga elastisitasnya. 

Latihan sederhana pada otot wajah kini dikenal sebagai face exercise atau senam wajah, dan semakin populer di kalangan mereka yang ingin tampak segar tanpa intervensi berlebihan.

Otot-otot kecil di wajah berfungsi menopang kulit serta ekspresi sehari-hari. Seiring bertambahnya usia, otot ini cenderung melemah sehingga kulit terlihat kendor, terutama di area pipi, rahang, dan sekitar mata. Dengan latihan rutin, otot wajah dapat kembali lebih kencang, sirkulasi darah meningkat, dan produksi kolagen pun terbantu. Hasilnya, wajah terlihat lebih segar, bercahaya, dan awet muda.

Salah satu latihan sederhana adalah 'cheek lift'. Caranya, tersenyumlah selebar mungkin lalu tahan senyum itu selama lima detik. Lakukan berulang kali, dan Anda akan merasakan pipi sedikit menegang. Latihan ini membantu mengencangkan otot pipi sekaligus memberi kesan wajah lebih terangkat.

Latihan lain yang bermanfaat adalah 'jaw release' atau pelepasan rahang. Duduk tegak, buka mulut seperti hendak menguap, lalu gerakkan rahang ke atas dan ke bawah secara perlahan. Latihan ini efektif untuk mengurangi kesan dagu berlipat dan membuat garis rahang lebih tegas.

Untuk area mata, yang sering kali menjadi titik awal kerutan, dapat dilakukan 'eye squeeze'. Tutup mata rapat-rapat selama beberapa detik, lalu buka perlahan sambil menghela napas. Gerakan sederhana ini melatih otot sekitar kelopak mata agar tidak cepat melemah.

Selain itu, terdapat pula latihan 'neck stretch' untuk area leher. Dongakkan kepala ke atas, arahkan pandangan ke langit-langit, lalu dorong bibir seolah sedang mencium udara. Tahan beberapa detik, dan Anda akan merasakan otot leher meregang. Latihan ini membantu mengencangkan kulit leher agar tidak mudah kendur.

Manfaat senam wajah bukan hanya dari sisi kecantikan, melainkan juga kesehatan. Dengan meningkatnya sirkulasi darah, kulit lebih mendapat asupan oksigen, sehingga wajah tampak lebih cerah alami. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan wajah secara rutin dapat mengurangi tanda-tanda stres pada ekspresi.

Namun, sama seperti olahraga tubuh, kunci keberhasilan terletak pada konsistensi. Latihan wajah sebaiknya dilakukan setiap hari, minimal lima hingga sepuluh menit, agar hasilnya dapat terlihat dalam beberapa minggu. Latihan ini juga perlu diimbangi dengan pola hidup sehat: cukup tidur, hidrasi yang baik, dan perlindungan kulit dari sinar matahari.

Pada akhirnya, olahraga wajah adalah cara alami dan sederhana untuk melawan tanda-tanda penuaan. Tanpa biaya mahal atau prosedur invasif, cukup dengan gerakan teratur, wajah dapat tampil lebih segar, kencang, dan penuh vitalitas. Seperti tubuh yang bugar karena rutin berolahraga, wajah pun akan menunjukkan hasil serupa ketika diberi perhatian yang sama.

Jadwal Latihan Wajah 7 Hari

    • Hari 1–2: Cheek lift [10 kali, tahan 5 detik]
    • Hari 3–4: Jaw release [8 kali, perlahan]
    • Hari 5: Eye squeeze [10 kali, tahan 3 detik]
    • Hari 6: Neck stretch [8 kali, tahan 5 detik]
    • Hari 7: Kombinasi semua latihan [masing-masing 5 kali]

Cukup 5–10 menit per hari, hasilnya akan terasa dalam beberapa minggu jika dilakukan konsisten. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Artikel Terkait

Pria Cenderung Lebih Banyak Menimbun Lemak di Perut?
MenZone

14 Oct 2025

Pria Cenderung Lebih Banyak Menimbun Lemak di Perut?

Ya, benar. Memang benar pria cenderung menimbun lemak di area perut lebih banyak daripada wanita. Tapi, bagaimana mungkin? Ini disebabkan hormon dan distribusi lemak tubuh antara pria dan wanita. Pria memiliki kecenderungan genetik untuk menyimpan lemak di sekitar perut dan pinggang, sedangkan wanita sering menyimpan lemak di pinggul dan paha. Faktor ini menjadikan pria lebih rentan memiliki perut buncit. Meskipun olahraga teratur adalah cara terbaik untuk mengurangi lemak perut, ada strategi lain yang dapat membantu menjaga perut tetap rata tanpa perlu melakukan olahraga berat. Pertama, memperhatikan pola makan adalah kunci. Mengurangi asupan kalori dan makan makanan yang sehat dan seimbang sangat penting. Hindari makanan dan minuman tinggi kalori dan gula, seperti makanan cepat saji, soda, dan alkohol. Gantilah dengan lebih banyak sayuran, buah-buahan, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh. ilustrasi perut buncit - Beautyversity | canva.com Selain itu, menjaga hidrasi dengan minum banyak air juga penting. Air dapat membantu menjaga metabolisme tubuh dan mengurangi keinginan untuk ngemil makanan tinggi kalori. Cobalah untuk minum setidaknya delapan gelas air setiap hari. Mengelola stres juga krusial dalam menjaga perut tetap rata. Stres dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol, yang dikaitkan dengan peningkatan penyimpanan lemak di perut. Lakukan kegiatan yang dapat mengurangi stres seperti meditasi, yoga, atau sekadar berjalan-jalan santai. Terakhir, pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan dan dapat menyebabkan penambahan berat badan. Usahakan untuk tidur antara 7 hingga 8 jam setiap malam untuk mendukung upaya pengurangan lemak perut. Hindari Kebiasaan Ini Untuk menghindari penimbunan lemak di perut, terutama pada pria, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari atau dikurangi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa aspek yang penting untuk diperhatikan: ilustrasi perut buncit - Beautyversity | canva.com 1. Makanan Tinggi Gula: Mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula seperti soda, kue, permen, dan makanan manis lainnya dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu penimbunan lemak di tubuh, termasuk di area perut. 2. Makanan Olahan dan Fast Food: Makanan cepat saji dan makanan olahan sering kaya akan kalori, lemak tidak sehat, dan natrium, yang tidak hanya buruk untuk berat badan tetapi juga untuk kesehatan jantung. Baca Juga: Tren Kosmetik untuk Pria di 2025 3. Alkohol: Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan karena alkohol kaya akan kalori. Selain itu, alkohol bisa memengaruhi hormon yang berperan dalam regulasi lemak tubuh. 4. Karbohidrat Olahan: Mengurangi asupan karbohidrat olahan seperti roti putih, pasta, dan makanan yang dibuat dari tepung terigu olahan dapat membantu mengurangi lemak perut. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti biji-bijian utuh yang memiliki serat lebih banyak dan dapat membantu meningkatkan rasa kenyang. 5. Makan Berlebihan: Makan lebih dari kebutuhan kalori harian Anda secara teratur dapat menyebabkan penimbunan lemak, tidak hanya di perut tetapi juga di bagian tubuh lain. Praktekkan kontrol porsi dan dengarkan tubuh Anda untuk menghindari makan berlebih. 6. Gaya Hidup Sedentari: Kurangnya aktivitas fisik adalah salah satu faktor utama dalam penimbunan lemak di perut. Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga lain yang Anda nikmati. 7. Stres Berlebihan: Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, yang dapat mempromosikan penimbunan lemak di perut. Cobalah untuk mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau hobi yang menenangkan. Menghindari faktor-faktor ini dapat membantu mencegah penimbunan lemak di perut dan mendukung upaya Anda dalam menjaga berat badan yang sehat serta kesehatan jangka panjang. Dengan mengadopsi kebiasaan-kebiasaan sehat, dan menjauhi kebiasaan buruk ini, Anda dapat membantu menjaga perut tetap rata tanpa perlu melakukan olahraga yang berat. Namun, ingat bahwa konsistensi adalah kunci, jadi penting untuk menerapkan perubahan gaya hidup ini secara rutin dan jangka panjang. [][Rommy Rimbarawa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4

Benarkah Produk Perawatan Kulit yang Mahal Selalu Lebih Baik?
MythBuster

14 Oct 2025

Benarkah Produk Perawatan Kulit yang Mahal Selalu Lebih Baik?

MITOS: Banyak orang bilang, produk perawatan kulit yang mahal selalu lebih baik. FAKTA: Di rak toko kosmetik atau etalase daring, kita sering menemukan produk perawatan kulit dengan harga yang membuat dompet ikut berkeringat. Botolnya elegan, kemasannya mewah, bahkan namanya terdengar seperti bahasa asing yang sulit diucapkan. Lalu muncul pertanyaan klasik: apakah mahal selalu berarti lebih baik? Banyak orang percaya harga tinggi identik dengan kualitas. Memang, produk mahal biasanya menawarkan riset mendalam, teknologi mutakhir, dan bahan-bahan langka yang jarang ditemui pada produk kelas menengah. Namun, kenyataannya, tidak semua kulit membutuhkan kemewahan semacam itu. Kulit adalah organ unik—apa yang cocok untuk satu orang, bisa jadi bencana bagi yang lain. Krim bernilai jutaan rupiah mungkin mengandung bahan aktif berkonsentrasi tinggi, tetapi jika kulit sensitif, hasilnya bisa berupa ruam, gatal, atau jerawat mendadak. Produk sederhana yang harganya ramah kantong kadang justru lebih aman dan efektif. Baca Juga: Benarkah Semua Sinar Matahari Buruk untuk Kulit? Selain itu, harga seringkali dipengaruhi faktor di luar isi produk itu sendiri. Biaya kemasan mewah, kampanye iklan besar-besaran, hingga citra merek premium ikut menambah angka di label harga. Tidak jarang, yang kita bayar sebagian besar adalah ‘gengsi’, bukan hanya kandungan. Produk murah pun tidak bisa diremehkan. Banyak brand lokal maupun internasional menghadirkan rangkaian perawatan berbahan aktif terbukti secara ilmiah—seperti niacinamide, salicylic acid, atau hyaluronic acid—dengan harga terjangkau. Hasilnya bisa sama baiknya, asal digunakan dengan konsisten dan sesuai kebutuhan kulit. Rahasia perawatan kulit bukan terletak pada seberapa mahal produk, melainkan pada pemahaman kebutuhan kulit pribadi. Apakah kulit berminyak, kering, sensitif, atau kombinasi? Apakah butuh fokus pada jerawat, hidrasi, atau penuaan dini? Mengetahui hal ini lebih penting daripada sekadar mengejar harga tinggi. Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Penggunaan Bahan Berbahaya di Kosmetik? Dermatologis sering menekankan, rutinitas sederhana dengan tiga langkah—membersihkan, melembapkan, dan melindungi dengan tabir surya—sudah cukup sebagai dasar perawatan kulit. Produk mahal bisa menjadi tambahan, tapi bukan kewajiban mutlak untuk mendapatkan kulit sehat. Pada akhirnya, membeli produk mahal sah-sah saja jika memang sesuai dengan kebutuhan dan kantong. Tetapi percaya bahwa harga tinggi otomatis lebih baik, jelas tidak selalu benar. Yang lebih bijak adalah memahami kulit sendiri, memilih produk yang tepat, dan merawatnya dengan konsisten. Karena kulit bukanlah ajang pamer harga, melainkan cermin kesehatan. Bukan soal seberapa mahal krim di meja rias, tetapi seberapa baik kita menjaganya dari hari ke hari. [][Eva Evilia/TBV]

Mitos Kulit Berminyak Tak Butuh Pelembap
MythBuster

30 Oct 2025

Mitos Kulit Berminyak Tak Butuh Pelembap

Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap — bukan untuk menambah minyak, tapi untuk menyeimbangkan hidrasi alami kulit.

Warna Bibir yang Sehat dan Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
PersonalCare

14 Oct 2025

Warna Bibir yang Sehat dan Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Warna bibir yang sehat bisa berbeda-beda pada tiap individu, namun umumnya warna bibir yang sehat cenderung berwarna merah muda pucat hingga lebih gelap, tergantung pada pigmen alami dan sirkulasi darah di kulit. Warna ini menandakan bahwa bibir Anda terhidrasi dengan baik dan memiliki sirkulasi darah yang baik. Bibir yang sehat juga cenderung lembap, tidak pecah-pecah, dan halus. Perubahan warna bibir bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang harus diperhatikan. Misalnya, bibir yang terlalu pucat bisa menjadi indikator anemia atau kekurangan zat besi, kondisi saat tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang adekuat ke jaringan tubuh Anda. Jika bibir Anda tampak lebih pucat dari biasanya, ini mungkin tanda bahwa Anda perlu memeriksakan kadar zat besi atau kondisi kesehatan umum lainnya. Bibir yang terlalu merah atau kebiruan juga bisa menjadi tanda masalah. Bibir yang terlihat lebih merah dari biasanya bisa menunjukkan infeksi atau inflamasi, sedangkan bibir yang kebiruan bisa menjadi tanda sianosis, yaitu kekurangan oksigen dalam darah. Ini bisa terjadi karena masalah pernapasan atau sirkulasi dan memerlukan penanganan medis. Kering dan retaknya bibir juga bisa menjadi tanda dehidrasi atau kekurangan vitamin tertentu, seperti vitamin B dan C yang penting untuk kesehatan kulit. Jika bibir Anda kering dan pecah-pecah terus menerus, meskipun sudah menggunakan pelembap bibir, mungkin ini saatnya untuk meninjau asupan nutrisi dan konsumsi air Anda. Selalu penting untuk memperhatikan perubahan pada bibir Anda sebagai salah satu cara memantau kesehatan secara keseluruhan. Jika Anda mengalami perubahan warna yang tidak biasa atau kondisi bibir yang tampak tidak sehat dan berlangsung lebih dari beberapa hari, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Memperhatikan tanda-tanda ini bukan hanya penting untuk estetika dan kenyamanan, tetapi juga bisa menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi dan menangani potensi masalah kesehatan. Tips Menjaga Bibir Tetap Sehat ilustrasi bibir sehat - Beautyversity | canva.com Menjaga kesehatan bibir adalah bagian penting dari rutinitas perawatan diri. Berikut adalah beberapa tips singkat untuk menjaga bibir tetap sehat: 1. Hidrasi: Minum cukup air setiap hari untuk menjaga kelembapan alami bibir dan mencegah kekeringan. 2. Pelembap Bibir: Gunakan pelembap bibir yang mengandung bahan seperti petroleum jelly, shea butter, atau minyak alami untuk melindungi bibir dari elemen luar dan mencegahnya menjadi kering dan pecah-pecah. 3. Perlindungan dari Matahari: Aplikasikan pelembap bibir yang mengandung SPF untuk melindungi bibir dari sinar UV yang berbahaya, yang dapat menyebabkan penuaan dini dan kanker kulit pada bibir. Baca Juga: Kuku Rapuh dan Mudah Patah, Bagaimana Mengatasinya? 4. Pola Makan Seimbang: Konsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral, terutama vitamin A, C, dan E, serta omega-3 yang mendukung kesehatan kulit dan bibir. ilustrasi bibir sehat - Beautyversity | canva.com 5. Hindari Menjilat Bibir: Menjilat bibir bisa menghilangkan kelembapan alami, menyebabkan bibir lebih cepat kering. Gunakan pelembap bibir daripada menjilat bibir jika merasa kering. 6. Eksfoliasi Lembut: Gunakan scrub bibir lembut semingal sekali atau dua kali seminggu untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan meningkatkan sirkulasi darah di bibir, membuatnya lebih halus dan lembut. 7. Jauhi Rokok: Merokok dapat menyebabkan bibir menghitam dan mempercepat proses penuaan pada bibir. Menghindari rokok adalah langkah penting untuk menjaga bibir tetap sehat. Menerapkan tips ini secara rutin akan membantu menjaga bibir Anda tetap sehat, lembut, dan terhidrasi. [][Eva Evilia/TBV *penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4