Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MythBuster

Apakah Parfum Harus Disemprot ke Seluruh Tubuh?

Ditulis oleh Hagi Hagoromo Dipublikasikan pada 14 October 2025 18

Apakah Parfum Harus Disemprot ke Seluruh Tubuh?

MITOS: Parfum harus disemprot banyak ke seluruh tubuh biar tahan lama.

FAKTA: Banyak pria percaya bahwa parfum adalah kunci utama tampil percaya diri. Itu benar, tapi yang sering keliru adalah cara pemakaiannya. Ada mitos populer yang entah siapa yang pertama kali menyebarkan: semakin banyak parfum disemprotkan, semakin lama wanginya bertahan. Sayangnya, ini sama menyesatkannya dengan percaya bahwa makan cabai bisa bikin kumis tumbuh lebih cepat.

Parfum, pada dasarnya, adalah seni kehalusan. Formula di dalamnya dirancang agar bekerja dengan kulit kita, terutama di titik-titik tertentu yang disebut titik nadi. Leher, pergelangan tangan, atau belakang telinga adalah lokasi strategis karena suhu tubuh di area itu lebih hangat, sehingga aroma lebih mudah menyebar. Jadi, menyemprot sepuluh kali di lengan baju sebenarnya hanya membuat kain penuh noda, bukan membuat Anda lebih menarik.

Baca Juga: Benarkah Minyak Kelapa Dapat Menggantikan Sunscreen?

Humornya begini: jika Anda sampai disangka membawa 'pengharum ruangan portable', mungkin sudah waktunya belajar teknik dasar penggunaan parfum. Lagi pula, tujuan parfum bukan membuat satu ruangan penuh menyerah pada keharuman, tapi membuat orang yang dekat dengan Anda merasa nyaman.

Ada juga salah kaprah lain: menyemprot parfum langsung ke rambut. Benar bahwa rambut bisa 'menahan' aroma lebih lama, tapi alkohol di dalam parfum bisa membuat rambut kering dan kusam. Jika ingin rambut wangi, lebih baik gunakan hair mist khusus yang formulanya ramah untuk helai rambut.

Baca Juga: Benarkah Produk Perawatan Kulit yang Mahal Selalu Lebih Baik?

Lalu bagaimana dengan ide menyemprot parfum di udara lalu berjalan melewatinya, ala film romantis? Itu sah-sah saja, tapi sebetulnya lebih banyak parfum yang terbuang ke lantai. Kecuali memang Anda ingin ubin rumah ikut wangi, cara ini tidak efektif.

Kunci dari semua ini adalah keseimbangan. Parfum bekerja baik ketika cukup subtle, tidak menusuk, dan memberi kesan berlapis. Ingat, orang akan mengingat wangi yang lembut dan elegan, bukan yang bikin kepala pening.Jadi, anggaplah parfum seperti bumbu dapur. Sedikit saja bisa membuat hidangan istimewa, tapi kalau kebanyakan, masakan berubah jadi drama dapur. Sama dengan parfum: pakailah secukupnya, di tempat yang tepat, dan biarkan aromanya bekerja pelan-pelan. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Artikel Terkait

Sudahkah Kamu Merawat Kukumu dengan Benar?
PersonalCare

14 Oct 2025

Sudahkah Kamu Merawat Kukumu dengan Benar?

Kuku jari tangan sering kali hanya dianggap pelengkap. Padahal, bentuknya bisa jadi cermin kesehatan sekaligus penunjang penampilan. Tidak sedikit orang yang pertama kali memperhatikan tangan lawan bicara, dan kuku adalah detail kecil yang bisa meninggalkan kesan besar. Sayangnya, kuku sering diperlakukan sembarangan. Ada yang gemar menggigitnya saat gugup, ada yang membiarkannya panjang tak terurus, bahkan ada yang menggunakannya sebagai “alat serbaguna” untuk membuka tutup botol atau mengupas label stiker. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini justru merusak kesehatan kuku, membuatnya rapuh dan mudah patah. Merawat kuku tidak selalu berarti pergi ke salon untuk manicure. Langkah paling dasar adalah menjaga kebersihannya. Mencuci tangan dengan sabun dan mengeringkannya dengan benar akan mencegah kotoran dan bakteri bersarang di bawah kuku. Ini penting, karena kuku adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai permukaan. Baca Juga: Kuku Rapuh dan Mudah Patah, Bagaimana Mengatasinya? Kebiasaan memangkas kuku secara rutin juga tak boleh dilupakan. Potong kuku setiap satu hingga dua minggu, sesuai pertumbuhan, dan lakukan dengan gunting kuku yang tajam serta bersih. Potongan lurus dengan sedikit lengkung di ujung akan membantu mencegah kuku tumbuh ke dalam yang bisa menimbulkan rasa sakit. Selain dipotong, kuku juga butuh kelembapan. Sama seperti kulit, kuku bisa kering dan rapuh. Mengoleskan pelembap pada kuku dan kutikula, terutama setelah mencuci tangan, akan membantu menjaga elastisitasnya. Bahan alami seperti minyak zaitun atau minyak kelapa pun bisa jadi pilihan sederhana di rumah. Kebiasaan buruk seperti mengelupas cat kuku dengan tangan atau memotong kutikula terlalu dalam sebaiknya dihindari. Kutikula adalah lapisan pelindung alami, dan jika rusak, bakteri bisa lebih mudah masuk. Jika ingin merapikannya, cukup dorong perlahan ke arah dasar kuku setelah tangan direndam dalam air hangat. Baca Juga: Warna Bibir yang Sehat dan Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai Asupan makanan juga berperan penting. Protein, biotin, serta mineral seperti zinc dan zat besi adalah nutrisi yang membantu kuku tumbuh kuat. Mengonsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, serta ikan dapat menjadi perawatan dari dalam yang hasilnya lebih tahan lama dibanding produk luar. Bagi yang sering menggunakan cat kuku, beri jeda sesekali agar kuku bisa ‘bernapas’. Terlalu sering memakai cat atau bahan kimia penghapus cat kuku bisa membuat kuku menguning dan rapuh. Biarkan kuku alami tampil apa adanya selama beberapa hari dalam sebulan. Pada akhirnya, merawat kuku adalah bagian kecil dari merawat diri. Ia tidak hanya membuat tangan terlihat rapi, tetapi juga menjaga kesehatan. Kuku yang bersih, sehat, dan kuat akan membuat siapapun lebih percaya diri saat berjabat tangan, menulis, atau sekadar mengetik di layar ponsel. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Midweek Recharge: Cara Sederhana Menyegarkan Tubuh dan Pikiran di Tengah Minggu Padat
PersonalCare

29 Oct 2025

Midweek Recharge: Cara Sederhana Menyegarkan Tubuh dan Pikiran di Tengah Minggu Padat

Rabu bisa jadi momen untuk recharge energi, cukup dengan ritual kecil yang menenangkan tubuh dan pikiran.

Benarkah Minyak Kelapa Dapat Menggantikan Sunscreen?
MythBuster

14 Oct 2025

Benarkah Minyak Kelapa Dapat Menggantikan Sunscreen?

MITOS: Minyak kelapa dapat digunakan sebagai pengganti sunscreen. FAKTA: Minyak kelapa sering disebut-sebut sebagai alternatif alami untuk sunscreen, namun anggapan ini merupakan mitos yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang memadai. Faktanya, minyak kelapa hanya memiliki nilai SPF [Sun Protection Factor] sekitar 4 hingga 7. Angka ini sangat rendah dibandingkan dengan SPF minimal 30 yang direkomendasikan dermatolog untuk perlindungan yang efektif terhadap sinar UV. Minyak kelapa memang memiliki sifat melembapkan yang baik dan bisa membantu dalam menutrisi kulit. Namun, kemampuannya dalam melindungi kulit dari efek berbahaya sinar matahari sangat terbatas. Sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti luka bakar, penuaan dini, dan pada kasus yang lebih serius, kanker kulit. Mengandalkan minyak kelapa sebagai sunscreen berarti membiarkan kulit terpapar risiko-risiko ini. ilustrasi minyak kelapa - Beautyversity | canva.com Dermatolog dan ahli kulit secara konsisten menyarankan penggunaan produk sunscreen yang telah teruji secara klinis dan memiliki SPF tinggi. Produk ini dirancang khusus untuk memblokir atau menyerap sinar UVA dan UVB yang berbahaya. Untuk perlindungan optimal, sunscreen harus diaplikasikan ulang setiap dua jam atau segera setelah berenang atau berkeringat. Penting untuk memahami bahwa tidak ada alternatif alami yang efektif untuk menggantikan sunscreen yang telah teruji secara klinis. Penggunaan minyak kelapa boleh-boleh saja sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit karena manfaat pelembapnya, namun jangan mengandalkannya sebagai pengganti sunscreen. Selalu pilihlah produk perlindungan matahari yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda dan ikuti rekomendasi para ahli untuk menjaga kesehatan kulit Anda dari paparan sinar matahari. Dapatkah Minyak Kelapa Digunakan untuk Kosmetik? Ya, minyak kelapa dapat digunakan dalam kosmetik atau makeup, dan telah populer karena manfaatnya yang beragam untuk perawatan kulit dan rambut. Berikut adalah beberapa cara penggunaan minyak kelapa dalam produk kecantikan: 1. Pelembap Kulit: Minyak kelapa adalah pelembap alami yang efektif dan bisa digunakan langsung pada kulit sebagai losion tubuh untuk meningkatkan hidrasi dan kelembutan kulit. 2. Pembersih Makeup: Minyak kelapa bisa efektif untuk menghapus makeup, termasuk maskara waterproof. Ia bekerja dengan melarutkan minyak dan lilin dalam produk makeup, membuatnya mudah dibersihkan. 3. Pengganti Lip Balm: Karena sifat pelembapnya, minyak kelapa bisa digunakan sebagai lip balm untuk melembutkan dan merawat bibir kering atau pecah-pecah. Baca Juga: Benarkah Pori-Pori Bisa Mengecil? Ini Fakta Sebenarnya.. 4. Bahan dalam Produk Kosmetik: Minyak kelapa sering ditambahkan ke dalam formula produk kosmetik seperti krim, losion, dan balm. Ia membantu untuk meningkatkan tekstur produk dan memberikan manfaat pelembap. ilustrasi minyak kelapa - Beautyversity | canva.com 5. Primer Makeup: Bagi beberapa orang, minyak kelapa dapat berfungsi sebagai primer untuk membantu makeup tahan lebih lama, meskipun ini mungkin tidak cocok untuk setiap jenis kulit, terutama yang berminyak atau berjerawat. 6. Perawatan Rambut: Minyak kelapa juga populer sebagai masker rambut atau serum ujung rambut untuk menambah kilau, kelembutan, dan mengurangi frizz. Meskipun minyak kelapa memiliki banyak manfaat, penting untuk diingat bahwa tidak semua jenis kulit cocok dengan penggunaan minyak kelapa, terutama kulit yang cenderung berjerawat atau sangat berminyak. Minyak kelapa dapat menyumbat pori dan memicu timbulnya jerawat pada beberapa orang. Oleh karena itu, selalu baik untuk melakukan patch test di area kulit yang kecil terlebih dahulu sebelum menggunakan minyak kelapa secara luas pada kulit, terutama di wajah. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4

Cara Memilih Sunscreen untuk Kulit Berminyak di Musim Hujan
Blog

14 Oct 2025

Cara Memilih Sunscreen untuk Kulit Berminyak di Musim Hujan

Musim hujan di Indonesia, seperti yang mulai terasa di September 2025, membawa kelembapan tinggi yang bisa jadi musuh bagi pemilik kulit berminyak. Kelembapan membuat kulit memproduksi sebum berlebih, menyebabkan pori tersumbat, jerawat, dan kilau berlebihan.  Namun begitu Beauties, perlindungan matahari tetap penting, bahkan saat mendung, karena sinar UVA/UVB tetap bisa menembus awan. Menurut penelitian dari Journal of Dermatology [2023], 80% kerusakan kulit akibat sinar UV terjadi pada hari berawan. Nah, bagaimana cara memilih sunscreen yang cocok untuk kulit berminyak tanpa bikin wajah terasa lengket atau memicu komedo? Artikel ini, didukung wawasan farmasi dari Universitas Padjadjaran, akan memandu Anda memilih sunscreen ideal dengan formula ringan, non-comedogenic, dan inspirasi bahan lokal Indonesia. Mengapa Sunscreen Penting untuk Kulit Berminyak?   Kulit berminyak cenderung memiliki lapisan sebum alami yang membuatnya tampak glossy, tapi ini tidak cukup melindungi dari sinar UV. Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat mempercepat penuaan dini, hiperpigmentasi, dan bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM] Indonesia merekomendasikan penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk aktivitas sehari-hari. Namun, tantangan terbesar bagi kulit berminyak adalah menemukan produk yang tidak menyumbat pori atau terasa berat di cuaca lembap. Berikut adalah kriteria dan tips berbasis sains untuk memilih sunscreen yang tepat. Baca Juga: Day Cream Penting untuk Perlindungan Kulit Harian Kriteria Sunscreen Ideal untuk Kulit Berminyak   Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan saat memilih sunscreen, berdasarkan ilmu kosmetik farmasi: 1. Pilih Formula Non-Comedogenic   Non-comedogenic berarti produk tidak menyumbat pori, yang krusial untuk mencegah jerawat dan komedo. Cari label 'non-comedogenic' atau 'oil-free' pada kemasan. Contoh bahan yang aman adalah zinc oxide atau titanium dioxide, yang sering ditemukan pada sunscreen fisik [physical/mineral sunscreen]. Bahan ini juga cocok untuk kulit sensitif, menurut studi di International Journal of Cosmetic Science [2022]. 2. Perhatikan SPF dan PA yang Sesuai   Sun Protection Factor [SPF] mengukur perlindungan terhadap UVB, sementara Protection Grade of UVA [PA] melindungi dari UVA. Untuk kulit berminyak, pilih SPF 30-50 dan PA+++. Produk dengan SPF terlalu tinggi [misalnya 100] sering kali terasa berat dan kurang nyaman di iklim tropis. BPOM menyarankan SPF 30 untuk aktivitas indoor-outdoor ringan, cukup untuk melindungi selama 4-6 jam di musim hujan. 3. Tekstur Ringan: Gel atau Lotion Lebih Baik   Sunscreen berbasis gel atau lotion lebih cocok untuk kulit berminyak dibandingkan krim tebal. Tekstur gel menyerap cepat, memberikan efek matte, dan tidak meninggalkan residu berminyak. Beberapa produk lokal Indonesia, seperti yang menggunakan ekstrak lidah buaya atau daun teh hijau, menawarkan tekstur ringan sekaligus manfaat antioksidan. 4. Bahan Aktif yang Mengontrol Sebum   Cari sunscreen dengan bahan seperti niacinamide atau ekstrak witch hazel, yang membantu mengurangi produksi sebum tanpa mengeringkan kulit. Niacinamide, misalnya, terbukti dalam studi Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology [2021] dapat mengurangi kilau minyak hingga 20% setelah 4 minggu pemakaian rutin. Produk lokal yang memanfaatkan ekstrak temulawak juga bisa jadi pilihan karena sifat anti-inflamasinya. 5. Tahan Air untuk Musim Hujan   Di musim hujan, cari sunscreen dengan label 'water-resistant' untuk menjamin perlindungan saat terkena air hujan atau keringat. Namun, ingat untuk mengaplikasikan ulang setiap 2-3 jam jika terpapar air terus-menerus, sesuai pedoman BPOM. Baca Juga: Kulit Halus Bukan Mimpi: Rahasia Perawatan dari Rumah Rekomendasi Produk Lokal dan Cara Penggunaan   Indonesia kaya akan bahan alami yang bisa diintegrasikan ke dalam sunscreen. Beberapa merek lokal yang terdaftar di BPOM, seperti Wardah, Emina, atau merek UMKM berbasis bahan alami, menawarkan sunscreen dengan formula ringan. Contohnya, produk dengan ekstrak kelapa atau teh hijau lokal sering kali ramah untuk kulit berminyak. Berikut langkah penggunaan sunscreen yang benar: 1. Bersihkan Wajah: Gunakan pembersih wajah berbasis gel untuk menghilangkan minyak berlebih.   2. Aplikasikan Pelembap Ringan: Pilih pelembap berbasis air untuk menjaga hidrasi tanpa menambah minyak.   3. Gunakan Sunscreen: Aplikasikan 2 jari penuh [sekitar 2 gram] untuk wajah dan leher, 15 menit sebelum keluar rumah.   4. Re-apply: Ulangi setiap 2-3 jam, terutama setelah terkena hujan atau keringat.   Tips Tambahan: Gunakan bedak tabur berbahan mineral untuk efek matte setelah sunscreen, terutama untuk aktivitas outdoor di musim hujan. Peringatan: Hal yang Harus Dihindari   - Sunscreen Kedaluwarsa: Periksa tanggal kadaluarsa, karena bahan aktif seperti avobenzone bisa kehilangan efektivitas.   - Produk Tanpa Label BPOM: Hindari sunscreen dari sumber tidak jelas untuk mencegah risiko bahan berbahaya seperti merkuri.   - Over-application: Terlalu banyak sunscreen bisa membuat kulit terasa lengket dan memicu komedo.   Inspirasi dari Bahan Lokal Indonesia   Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan kosmetik berbasis bahan alami. Misalnya, ekstrak temulawak dan kunyit, yang kaya antioksidan, bisa menjadi bahan tambahan dalam sunscreen untuk melawan radikal bebas akibat polusi. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad [2024] menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dapat meningkatkan perlindungan kulit hingga 15% dibandingkan formula standar. Dukungan untuk cosmeticpreneur lokal yang memanfaatkan bahan ini juga sejalan dengan misi beautyversity.id untuk memajukan inovasi kosmetik Indonesia. Jadi Beauties, memilih sunscreen untuk kulit berminyak di musim hujan bukan hanya soal estetika, tapi juga kesehatan kulit jangka panjang. Dengan memperhatikan formula non-comedogenic, tekstur ringan, dan bahan aktif seperti niacinamide atau ekstrak lokal, Anda bisa menjaga kulit tetap sehat tanpa kilau berlebih. Pastikan produk pilihan Anda terdaftar di BPOM untuk keamanan. Untuk informasi lebih lanjut tentang perawatan kulit berbasis sains, jelajahi rubrik SkinCare kami atau cek artikel terkait tentang pembersih wajah untuk kulit berminyak. [][Eva Evilia/TBV]  Sumber Eksternal:   - [BPOM: Panduan Memilih Kosmetik Aman] - Journal of Dermatology [2023], 'UV Protection in Overcast Conditions'